Peristiwa G30S PKI juga sempat beberapa kali dihantui oleh teror dan suasana yang mencekam. Beberapa diantara warga pribumi juga harus tewas dan dibunuh secara membabibuta. Warga yang mencoba menggagalkan perilaku gelap dari PKI juga harus berakhir dengan tewas.
Akhirnya beberapa pesan yang menunjukkan untuk memperngaruhi kudeta dijalankan juga. Tepat pada tanggal 30 September 1965 dengan dipimpim oleh Komando Dipa Nusantara Aidit dan dibantu oleh Letnan Kolonel Untung Syamsyuri
melakukan aksi penculikan dan pembunuhan.Beberapa jendral tewas dalam peristiwa kelam G30S PKI dan bahkan diantaranya jendral berkedudukan penting di Indonesia. Berikut beberapa nama yang menjadi korban dalam peristiwa 51 tahun lalu :- Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani
- Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
- Mayor Jendral Raden Soeprapto
- Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
- Mayor Jendral Siswondo Parman
- Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun
- Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
- Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto
- Kolonel Katamso Darmokusumo
- Kapten Lettu Pierre Andreas Tendean
- Ade Irma Suryani Nasution
Jedral tersebut diculik dengan keadaan hidup maupun tewas dari tempatnya. Beberapa diantaranya juga sempat mendapatkan penyiksaan yang cukup keji. Semua yang telah tewas didalam peristiwa G30S PKI di kubur dalam sebuah lubang sumur yang saat ini lebih dikenal dengan Lubang Buaya.
Pemerintah sempat memberikan tindangan cepat untuk mengatasi ulah dari PKI. Mayor Jendral Seoharto menyebutkan bahwa partai berlambang palu arit tersebut dapat ditumbangkan dan pada tanggal 1 Oktober dikenang sebagai Hari Kesaktian Pancasila.