ff

PIMPINAN RANTING IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA MEKARSARI,KELURAHAN KALIBEBER,MOJOTENGAH, WONOSOBO Sekretriat: Jln.SD Takhassus Al-Qur’an NO .1 Mekarsari RW 13 Telp:(085293613024)
Tampilkan postingan dengan label HUMOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUMOR. Tampilkan semua postingan

TAHU


Di sebuah kelas, terdengar suara asyik tentang percakapan antara dua siswa kelas Lima Madin Aww. Khozinatul ‘Ilum Bloora. Sebut saja namanya Lutfi dan Amri. Mereka berdua terkenal pandai tentang semua pelajaran, hususnya nahwu dan shorof. Hingga suatu saat terekam dialog sebagai berikuit :
Amri : eh lut, ne q punya pertanyaan bagus ne, masih seputar pelajaran favorit kita sih, bisa jawab nggak?
Lutfi : mang apa pertanyaannya? Ada hadiahnya nggak?
Amri           : ih, pean ni maunya hadiah melulu, ya udah deh, kalo bisa jawab tak ajak ke TOMBO ATI deh…..gimana? jawabnya harus benar lho?

Santri Cerdik dan Seekor Sapi


Seorang santri baru saja lulus aliyah pesantren dengan nilai jayyid jiddan ( lumayan pintar). Dia pun berencana mengadu nasib di Jakarta.
Saat tiba di Stasiun Pasar Senen, dia melihat kerumunan orang. Rupanya sedang ada kecelakaan. Di Jakarta, kecelakaan biasanya memang menjadi tontonan yang menarik, maka dia pun memutuskan untuk ikut menonton.
Namun teryata kerumunan itu terlalu berjubel sehingga ia tidak bisa melihat korban dengan jelas, apalagi postur tubuhnya yang memang kecil. Jadi, jangankan mendekat, untuk melihat korban saja sulit. Berhubung karena

Sekali Kerja Semua Beres


Suatu hari si Udin ditegor majikannya.
Majikan : “Udin, kamu kalo kerja kok nggak pernah beres sekaligus, sih. Saya cuma nyuruh kamu beli 5 butir telur aja kamu sampe bolak-balik ke warung 5 kali. Lain kali jangan begitu ya ?”
Udin : “Iya, tuan” sambil manggut-manggut tanda nurut.
Beberapa hari kemudian sang majikan sakit, terus nyuruh Udin manggil tabib (maklum dokter mahal). Tapi sang majikan jadi kaget, karena waktu kembali nggak cuma tabib yang dipanggil Udin, tapi beberapa orang lain. Sang majikan nanya:
Majikan : “Udin, kamu ini apa-apaan sih, kan saya cuma nyuruh kamu manggil tabib, kenapa ada banyak orang lain di sini?”

Si KhinZiR

Suatu hari, empat orang (bukan orang deng tapi hewan) sekawan sedang berjalan jalan kesebuah sudut hutan. mereka adalah Ayam rimba, kelinci, rusa dan babi. penasaran dengan keadan sebrang, mereka berniat ingin pergi kesana. tapi masalahnya mereka harus menyebrang sungai yang dihuni oleh buaya buas dan jelek. tapi semua resiko akan diambil oleh mereka demi membayar penasaran mereka termasuk nyawa sekalipun. mereka setuju dan dilakukan lah undian. nah ternyata yang mendapat giliran pertama adalah rusa, kelinci, babi dan ayam.

Ga’ Da Otaknya !!!


Di sebuah ruang kelas, para mahasisawa sedang mengikuti mata kuliah Filosofi. Dosen yang mengajar mencoba melemparkan topik diskusi tentang Tuhan. “Ada yang pernah melihat Tuhan?” tanya si dosen.
Semua diam tak menjawab. “Ada yang pernah mendengar Tuhan bersuara?” si dosen bertanya lagi. Kali ini pun tak ada yang menyahut.
“Ada yang pernah menyentuh Tuhan?” tanya dosen. Semua diam.
“Kesimpulannya tidak ada Tuhan,” kata dosen senang.

GUS BUR


Kasus ini terjadi di pesantren salaf yang cukup terkenal. Sebut saja, Pesantren Minhajul ‘Abidin. Sore itu sedikit terjadi ketegangan namun berbau komedi dalam pengajian kitab kuning, yang dibacakan oleh Gus Habiburrahman. Panggilan akrabnya Gus Bur.
Seperti biasa, setiap akan memulai membaca kitab kuning, kiai atau ustadz terlebih dahulu tawassulan. Berkirim do’a fatihah kepada Mushonnif, pengarang kitab dan para guru-guru terdahulu. Sampai di situ semua berjalan lancar dan khidmad.
Gus Bur tampil seperti kiai yang alim baca kitab. Padahal, ia tak perna

Kyai Wahab

Meski sama-sama pemegang fikih yang ketat, Kiai Wahab dan Kiai Bisri berbeda strategi penerapannya. Kiai Wahab cenderung bergaris lunak, sementara Kiai Bisri bergaris keras.
Suatu hari menjelang Idul Adha seseorang datang menghadap Kiai Bisri. Dia bermaksud melaksanakan kurban dengan menyembelih seekor sapi. Namun sebelumnya dia berkonsultasi dulu dengan Kiai Bisri, apakah boleh berkurban seekor sapi untuk 8 orang? Ketentuan fiqih, 1 sapi untuk 7 orang. Padahal jumlah keluarganya ada delapan. dia ingin di akhirat nanti satu keluarga itu bisa satu kendaraan agar tidak terpencar.

Banser Ngerjain TNI

Karena ulah seorang anggota Banser, suatu ketika acara peresmian jalan hasil program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di suatu kampung di pegunungan Kabupaten Brebes, yang dihadiri tiga pejabat negara, antara lain Bupati, Dandim, dan Kapolres, sedikit molor dari jadwal semula.

Seorang anggota Banser yang telah berumur menyambut rombongan Bupati, dan memandu perjalanan Bupati ke acara pengguntingan pita peresmian. Nyatanya, anggota Banser tua ini membelokan Bupati ke suatu tempat yang jauh dari lokasi acara. 

Mengelak Nyolong Kambing

Pagi-pagi Haji Karjo sudah terlihat panik. Berkali-kali ia berteriak. Kambing yang bakal ia sembelih untuk hari raya kurban hilang dari kandang. Sudah kesana kemari mencari ke hampir seluruh sudut desa namun hasilnya nihil.

Hingga akhirnya ia lapor ke kantor polisi. Hanya satu orang yang Pak Haji Curigai: Bang Joker. Semalam ia memergoki Joker mondar-mandir di belakang rumahnya tanpa tujuan yang jelas. Haji Karjo juga sekilas melihat kambing di rumah Joker yang sangat mirip dengan kambing miliknya.

Hormat kepada Kiai Lewat Wasilah Ayam

Pada suatu malam, Rahmat, si santri yang rajin dan patuh sedang membaca kitab Ta’lim Mutaallim. Ia mendapati penjelasan bahwa seorang murid harus menghormati dan ta’dzim pada kiai, keluarga bahkan binatang dan properti kiainya.

Rahmat berpikir, mungkin sikap hormat ini juga akan mendatangkan apa yang disebut berkah. Dia juga teringat beberapa cerita seorang santri yang mempunyai ilmu laduni karena saking hormat kepada kiainya termasuk binatang miliknya.

Jangkrik ABRI

"Kang, Apa Sampeyan sudah dengar cerita orang Madura jual Jangkrik?" tanya D. Zawawi Imron pada saya.
<>
"Penjual Jangkrik ada di mana-mana, bukan monopoli orang Madura, Kiai?" jawab saya.

"Lho, ini istimewa, Kang. Karena yang dijual Jangkrik ABRI," tukas Zawawi.

"Bagaimana ceritanya?" saya penasara.

Gus Dur Sumbang Canda


Untuk menggalang dana, rumah sahabat anak Puspita, mengundang KH Abdurrahman Wahid dalam acara Bercanda Bersama Gus Dur. Acara tersebut, dihadiri para donatur lintas iman, para aktivis, mahasiswa, dan warga Nahdliyin.
<>Selepas acara, Gus Dur berjanji kepada Aang, ketua Yayasan Puspita, akan menyumbangkan uang sebesar lima puluh juta rupiah. Aang pung tenang, anak jalanan yang ia asuh di Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak akan kelaparan.
Setelah seminggu, tak ada kabar orang suruhan Gus Dur mengantar uang. Dua minggu, tiga minggu, bahkan hampir sebulan, belum juga ada tanda-tanda uang itu diantarkan.
iklan