ff

PIMPINAN RANTING IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA MEKARSARI,KELURAHAN KALIBEBER,MOJOTENGAH, WONOSOBO Sekretriat: Jln.SD Takhassus Al-Qur’an NO .1 Mekarsari RW 13 Telp:(085293613024)
Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan

KH Abdul Manan Dipomenggolo Tremas, Pelajar Indonesia Pertama di Al Azhar Mesir

lawatan Grand Syaikh Al Azhar Dr. Ahmad Muhammad Ath Thayyib ke Indonesia memiliki kesan sekaliguskebanggaan tersendiri bagi para pelajar Indonesia yang pernah menimba ilmu di Universitas Al Azhar Kairo Mesir. Mengingat hubungan Indonesia dengan Mesir sudah terjalin sejak abad ke-19 Masehi. Namun tahukah anda, siapa generasi pertama pelajar Indonesia yang  menuntut ilmu di universitas kelahiran 911 Masehi ini?Dalam buku Jauh di Mata Dekat di Hati; Potret Hubungan Indonesia – Mesir terbitan KBRI Kairo, disebutkan bahwa pada tahun 1850-an di komplek Masjid Al Azhar telah dijumpai komunitas orang Indonesia. Hal iniditunjukkan dengan adanya Ruwak Jawi (hunian bagi orang Indonesia). Selain Ruwak Jawi, di masjid ini jugaterdapat tiga Ruwak lain, yakni Ruwak Atrak (Turki), Ruwak Syami (Suriah) dan Ruwak Maghorobah (Maroko).Salah satu pelajar pertama Indonesia yang tinggal di Mesir dan tercatat di buku terbitan tahun 2010 ini adalah KH Abdul Manan Dipomenggolo Tremas, kakek dari Syaikh Mahfudz Attarmasi.

KH Saleh Lateng Banyuwangi, Pejuang Senyap di Garda Depan Revolusi

Jaringan ulama santri berperan penting untuk menjemput sekaligus menegakkan kemerdekaan. Para kiai dan santri menjadi tulang punggung perjuangan melawan kolonial, sejak pasca Walisongo hingga 1945. Kiai-kiai di pesantren mengabdikan diri untuk mendidik santri, membentuk jaringan antar pesantren, sekaligus mengobarkan semangat untuk berjuang mengawal kemerdekaan. Inilah peran penting kiai-santri yang harus dicatat oleh sejarah bangsa Indonesia. Namun, sayang sekali tidak banyak catatan sejarah yang menarasikan perjuangan santri.

KH IDHAM CHALID, PUTRA PELOSOK JADI PEMIMPIN NASIONAL

H Mahbub Djunaidi, kolumnis kenamaan itu, dalam tulisannya yang kocak “Wajah”, menggambarkan KH Idham Chalid sebagai berikut: perawakannya tipis tak ubahnya dengan umumnya pedagang batu permata dari Banjar.
Meski demikian, menurut Ketua Umum PB PMII pertama tersebut, Kiai Idhamlah yang memegang rekor paling lama menduduki kursi kekuasaan politik negeri ini sejak tahun 1956. Dan paling lama pula menjabat ketua NU. Idham memiliki kelincahan logika tinggi.

KH Masykur: Komandan Sabilillah dari Bumi Arema

Periode perjuangan yang menjadi bagian penting dalam narasi kemerdekaan Indonesia, adalah peristiwa Surabaya, November 1945. Perjuangan untuk mengawal kemerdekan ini, menjadi catatan penting dalam sejarah bangsa, yang kemudian diabadikan sebagai Hari Pahlawan Nasional. Akan tetapi, dalam narasi besar sejarah perjuangan bangsa, peran para kiai dan santri yang ikut berjuang mengomando perjuangan hanya sayup-sayup terdengar. Bagaimana kisahnya?

Belajar dari KH Muntaha Al-Hafizh

Di antara deretan ulama di tanah air, nama KH Muntaha Al-Hafizh tentulah bukan nama yang asing. Ia adalah sosok di balik megahnya bangunanan Pondok Pesantren, sekolah SMA dan SMP Takhassus Al-Qur`an serta UNSIQ, Wonosobo, Jawa Tengah, yang sebelumnya bernama IIQ, sewaktu ia masih menjabat sebagai Rektor.<>
KH Muntaha Al-Hafidz lahir sekitar tahun 1910M di Kalibeber, Wonosobo. Ia adalah ulama Multidimensi yang mempunyai segudang ide dan pemikiran cemerlang yang bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi ulama lainnya.

KH Ridwan Mujahid, Pendiri NU Asal Semarang

Mengenang kembali sosok pendiri Nahdlatul Ulama (NU) asal Semarang bernama KH Ridwan Mujahid sangat dibutuhkan. Belum banyak orang mengetahui sosoknya. KH Ridwan Mujahid berasal dari Kauman Semarang. Sebagaimana disebutkan oleh Agus Tiyanto, KH Ridwan Mujahid adalah keturunan dari kiai Lasem yang sama dengan kerabat KH Makshum dan KH Baidlawi yang bersambung nasabnya hingga Mbah Sambu. Silsilah KH Ridwan Mujahid yang didapatkan Amirul Ulum dari KH Maimun Zubair dalam buku "Muassis Nahdlatul Ulama" adalah: KH Ridwan bin KH Mujahid bin KH Baidlawi bin Kiai Abdul Lathif bin Kiai Abdul Bar bin Kiai Abdul Alim bin Sayyid Abdurrahman (Mbah Sambu Lasem). Makam KH Ridwan Mujahid berada di Pemakaman Umum Bergota (tepatnya di selatan Makam KH Sholeh Darat, satu area makam keluarga H. Abu Bakar Kauman).

KH Ahmad Dahlan: Ahli Falak Nusantara

Salah satu ulama Nusantara yang dikenal ahli dalam bidang ilmu falak adalah KH Ahmad Dahlan. Kiai Dahlan lahir di Termas Pacitan Jawa Timur 1862 dan wafat di Semarang 1911. Makam beliau berada di sisi timur Makam KH Sholeh Darat di Makam Bergota Semarang. Menyebut nama Ahmad Dahlan memang orang menjadi tertuju pada sosok pendiri Muhammadiyah. Dan ternyata dua sosok bernama yang sama itu, KH Ahmad Dahlan Termas dan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta, sama-sama mengaji di Pondok Pesantren KH Sholeh Darat.

KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

Revolusi kemerdekaan Indonesia ditopang oleh perjuangan kaum santri dan barisan Kiai yang menyelamatkan negeri. Sayangnya, kisah perjuangan para kiai dan santri, tenggelam dalam narasi sejarah Indonesia. Salah satunya, Kiai Subchi Parakan, yang dikenal dengan "Kiai Bambu Runcing". Bagaimana kisah hidup dan perjuangan Kiai Subchi?
Kiai Subchi lahir di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, sekitar tahun 1850. Subchi, atau sering disebut dengan Subeki, merupakan putra sulung Kiai Harun Rasyid, penghulu masjid di kawasan
iklan