ff

PIMPINAN RANTING IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA MEKARSARI,KELURAHAN KALIBEBER,MOJOTENGAH, WONOSOBO Sekretriat: Jln.SD Takhassus Al-Qur’an NO .1 Mekarsari RW 13 Telp:(085293613024)
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Kisah Penyesalan Anak yang Durhaka pada Ayahnya

"Anak ada empat, laki-laki semua, dan sudah dewasa, kenapa (masih) harus nyangkul sendiri?" Sebuah pertanyaan diajukan kepada seorang guru SD Negeri sekaligus petani yang sedang merapikan cangkul untuk persiapan ke sawah. Sebut saja namanya Suja.
Pertanyaan Sabtu (21/5) malam itu dijawab oleh Suja dengan sebuah kisah masa lalu yang tidak bisa dilupakannya. "Ini karena kesalahan saya," jawab warga Kabupaten Subang, Jawa Barat ini.
Suja mengungkapkan, bapaknya yang bernama Saeful Bahri adalah seorang guru Pegawai

1001 Kisah Pohon Kurma

Pohon kurma tumbuh sejak zaman dahulu. Konon, pohon ini sudah tumbuh sebelum manusia diciptakan. Ada kisah yang mengatakan bahwa ketika Nabi Adam turun ke bumi ia mendapati bumi ini dihuni oleh barbagai macam tumbuhan. Salah satunya adalah pohon kurma. 

Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun. Pohon kurma diyakini berasal dari sekitar teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir.

Saat Ahli Ibadah Kalah Tanding Melawan Iblis

Di suatu daerah terdapat seorang yang dalam waktu cukup lama dikenal sebagai ahli ibadah (‘abid). Suatu hari sekelompok orang datang kepadanya seraya memberi tahu bahwa di sekitar tempat itu ada segolongan orang yang menyembah pohon, bukannya menyembah Allah. Mendengar informasi demikian, Sang ‘abid marah. Kemudian dia mengambil kapaknya dan pergi menuju pohon dimaksud untuk menebangnya. 

Tetapi Iblis yang menampakkan dirinya sebagai seorang Syekh menghadang langkah si ahli ibadah.

"Ke mana kamu akan pergi,” tanya Iblis.

"Aku akan menebang pohon yang disembah itu,” kata si ahli ibadah.

"Apa kepentinganmu dengan pohon itu?

Kesalehan Ritual dan Kesalehan Sosial

KH Ahmad Mustofa Bisri pernah mempopulerkan istilah saleh ritual dan saleh sosial. Yang pertama merujuk pada ibadah yang dilakukan dalam konteks memenuhi haqqullah dan hablum minallah seperti shalat, puasa, haji dan ritual lainnya. Sementara itu, istilah saleh sosial merujuk pada berbagai macam aktivitas dalam rangka memenuhi haqul adami dan menjaga hablum minan nas. Banyak yang saleh secara ritual, namun tidak saleh secara sosial; begitu pula sebaliknya.

Gus Mus tentu tidak bermaksud membenturkan kedua jenis kesalehan ini, karena sesungguhnya Islam mengajarkan keduanya. Bahkan lebih hebat lagi; dalam ritual sesungguhnya juga ada aspek sosial. Misalnya shalat berjamaah, pembayaran zakat, ataupun ibadah puasa, juga merangkum dimensi ritual dan sosial sekaligus. Jadi, jelas bahwa yang terbaik itu adalah kesalehan total,

Percakapan 2 Malaikat tentang Segelintir Jemaah Haji yang Diterima Allah

Di kalangan masyarakat Indonesia, ada sebagian masyarakat yang memandang bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang prestisius, ibadah yang memberikan dampak pelaksananya mendapatkan gelar di depan namanya, ibadah yang membutuhkan dana tidak sedikit. Tidak seperti shalat, puasa dan zakat, pelaku ibadah ini tidak mendapat gelar khusus di tengah masyarakat sebagaimana ibadah haji. 

Lalu, apakah setiap orang yang haji itu akan diterima Allah SWT? Berikut kisah Ali Ibn Mauqif dalam pengalaman spiritualnya sebagaimana yang diceritakan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

Kisah Abu Hurairah Kabur saat Ditemui Rasulullah

Nama Abu Hurairah cukup populer di kalangan umat Islam. Sahabat Rasulullah yang bernama asli Abdurrahman bin Shakhr ini termasuk periwayat hadits terbanyak dibanding sahabat-sahabat lainnya.
Bagaimana bisa Abu Hurairah meriwayatkan demikian banyak hadits sementara ia hanya bersama Rasulullah kurang dari empat tahun? Selain kegigihan belajar yang luar biasa, salah satu rahasiannya adalah kesediaan Abu Hurairah membuntuti Nabi kemana pun beliau pergi.
Namun demikian, meski terkenal sangat dekat dengan Rasulullah, Abu Hurairah pernah justru buru-buru lari menghindar, begitu matanya melihat utusan Allah itu hendak menghampirinya. Kenapa?

32 Tahun Dikubur, Jasad Si Penghafal Al-Qur’an Utuh?

Usai melaksanakan pengajian bahtsul masail di kantor MWCNU Dawuan, Subang, Jawa Barat yang digelar tiap Sabtu, Ketua MWCNU setempat, Ajengan Toto Ubaidillah Haz mengutip sebuah keterangan yang menyatakan bahwa di liang kubur jasad seorang hafidh (penghafal) Al-Qur'an akan tetap utuh.

Mengenai hal ini, pria yang akrab disapa Kang Toto itu mengisahkan pertemuannya dengan Bu Supaedah. Ia adalah anak seorang hafidh Al-Qur'an yang saat ini berprofesi menjadi bidan di sebuah klinik. Pertemuan itu terjadi beberapa waktu lalu saat Kang Toto mengantar anaknya berobat. Dalam pertemuan itu keduanya berdialog cukup serius.

Kala Sayyidina Ali Berdagang dengan Allah

Dalam keluarga kecil Sayyidina Ali karramallâhu wajhah terdapat 5 orang yang tinggal serumah: Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, Husain dan Haris. Suatu kali satu keluarga ini sudah tiga hari tidak makan. Sedangkan Fatimah, istri Ali hanya mempunyai selembar kain sarung, namun ia rela memberikannya kepada sang suami untuk kemudian dijual. Setelah kain sarung terjual seharga 6 dirham, Ali menyedekahkan uang hasil penjualan kepada orang-orang fakir.

Dalam kitab An-Nawadir dikisahkan, setelah Ali menyedekahkan 6 dirham dari hasil penjualan, ia ditemui malaikat Jibril yang menjelma manusia. Jibril datang dengan membawa unta dari surga. Jibril berkata, "Hai ayahanda Hasan, tolong anda beli unta saya ini!"

Pengakuan Mantan Pelajar Islam Garis Keras

Seandainya pemuda ini berhenti belajar, yaitu dalam pengertian menerima begitu saja terhadap doktrin dan pemahaman Islam yang diajarkan para ustadznya di sebuah lembaga pendidikan Islam yang bercorak garis keras tempatnya dahulu menimba ilmu, dan tanpa mencari perbandingan pemahaman dari sumber yang lain, besar kemungkinan saat ini dia menjadi sosok ekstremis yang sinis pada dasar negara Pancasila dan bentuk NKRI serta tetap meyakini bahwa pengertian jihad dalam Al-Qur'an adalah melulu berarti perang fisik melawan non-Muslim.

Abu Musa al-Asy’ari dan Kisah Empat Kekasih Rasulullah

Imam Bukhari dalam Kitab Shahih-nya menulis satu bab 'sabda Nabi SAW sekiranya aku diperkenankan mengambil kekasih' (Law kuntu muttakhidzan khalilan). Bab tersebut diambil dari potongan Hadits Nabi yang ditujukan kepada Abu Bakar. Dalam bab tersebut juga tercantum satu riwayat panjang dari Abu Musa al-Asy'ari mengenai tiga tokoh yang kemudian menjadi Khalifah: Abu Bakar, Umar dan Utsman. Mari kita sedikit kaji hadits tersebut dengan sekali lagi melihat konteks sosio-politik perawi dan kandungan Hadits yang diriwayatkannya.

Kabar dari Malaikat untuk Ahli Ibadah 70 Tahun

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali pernah bercerita dalam salah satu kitabnya, Ayyuhâl Walad, tentang seorang Bani Israil yang begitu taat beribadah kepada Allah. Hamba tersebut menunjukkan kesalehan tersebut hingga tujuh puluh tahun lamanya.
Suatu kali Allah mengutus Malaikat untuk memberi kabar kepadanya bahwa seluruh ibadah yang ia tunaikan itu tidak lantas membuatnya pantas masuk surga.

Membaca Shalawat, Jatidirinya Orang NU

Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Ghafur Maimoen mengatakan, semangat warga NU untuk mensukseskan pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada bulan Oktober nanti, adalah momentum untuk menampilkan jatidiri.
“Orang nahdliyin itu jatidirinya cinta shalawat, cinta terhadap Nabinya,” katanya kepada NU Online di gedung PBNU, Selasa (20/9).
Warga nahdliyin, menurutnya, semakin sadar bahwa di sana ada orang yang tidak suka shalawat, maka tak heran kemudian orang NU menegaskan jatidirinya.
iklan